Kamis, 06 Mei 2021

Berisiknya Nyamuk


Malem ini entah kenapa jadi merhatikan nyamuk,  nyamuk berbunyi sangat bising  disaat terlalu banyak meminum darah atau dalam kondisi lapar mencari darah. Suaranya mengganggu sekali sehingga membuat manusia terbangun bahkan nggak bisa tidur lagi sampe pagi. 

Biasanya  karena berisik suaranya, mudah sekali mengejar nyamuk dalam kondisi ini, plak-plak…selesailah hidup sinyamuk. Tapi ada juga nyamuk yang cerdas – nggak tau kuliah dimana tu nyamuk—disaat tau bahwa dia tengah diburu, maka suara berisiknya hilang sama sekali dan ternyata nyamuk itu mendarat, berdiam di sebuah tempat tertutup.
Saya nemukan juga fenomena dimana nyamuk yang berisik ini ternyata punya manfaat ngebangunin di saat malem yang akhirnya membuat kita bisa ibadah malem atau belajar. Karena pengalaman selama ini kalo kebangun malem yang ujungnya dipake ibadah atau belajar, sang nyamuk yg tadi konser berisik ngebangunin, nggak ketemu wujudnya. At the end nyamuk kayak begini biasanya dapet ucapan ‘terimakasih’ karna udah bantuin bangun malem, walaupun bangunnya rada kesel.

Abis merenung mikirin nyamuk malah jadi berfikir gimana kalo kata ‘nyamuk’ di catatan ini dituker ama kata ‘manusia’ dan kata ‘darah’ diganti dengan ‘dunia’. 
Bakal ngasih manfaat nggak ya tulisan ini…

Sumber : Itikaf 2021

Minggu, 02 Mei 2021

Hati-Hati Memandang manusia

Cara individu memandang manusia disekitarnya merupakan cerminan watak asli individu tersebut.

Perhatikan pembicaraan individu tersebut. Disaat individu mengomentari orang lain dengan perkataan negatif, maka sebetulnya hal ini menunjukkan apa yang tertanam dalam fikirannya, seringkali  fikiran menunjukkan kebiasaan yang dominan dilakukan dan kebiasan adalah hal yang sudah pasti dilakukan dengan frekuensi yang banyak.

Jadi jika individu dengan mudah memvonis orang lain sebagai pencuri, maka sebetulnya individu tersebutlah yg memiliki kebiasaan "mencuri" sehingga kebiasaan itu tertanam dalam hati dan fikirannya serta terejawantahkan dalam perilaku maupun ucapan.

Sama halnya ketika melakukan vonis bahwa orang lain culas, licik, penjilat, dengki, pezina, dll.
Fahami & berhati-hatilah

Oleh karna itu bersikap & berfikir baiklah , maka hal-yang baik akan tertanam dalam hati dan fikiran sehingga akan menghasilkan hal yang ucapan & perilaku yang. 

Karna berucap,berfikir dan berprasangka buruk tidak pernah menjadi jalan keselamatan manusia di dunia dan akhirat

Wallahu a'lam bish showaab

Sumber : 
Own Thought

Ini aja, padahal....

Sebuah catatan kehidupan yang menarik dari salah seorang Hamba Allah SWT :

"Allah Ta’ala berfirman:

فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Diantara manusia ada yang berkata, ‘Wahai Robb kami berikanlah kepada kami dunia..’ sementara tiada bagian baginya di akherat..” (QS Al Baqarah: 200)

Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas berkata menafsirkan ayat tersebut :
“Ada kaum arab yang apabila wukuf berdo’a, ‘Ya Allah jadikanlah tahun ini banyak hujan, tetumbuhan dan binatang ternak beranak pinak..’ Namun mereka tidak meminta akherat sama sekali. Lalu Allah turunkan ayat tersebut..

Kemudian datanglah kaum mukminin berdo’a : ‘Robbanaa aatina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar..’
Maka Allah memuji orang yang meminta dunia dan akherat..”

(Tafsir Ibnu Katsir)

Saat dunia lebih besar di hati kita..
Maka kita cenderung lebih banyak meminta dunia daripada kebaikan akherat..
Padahal akherat lebih baik dan lebih kekal.."

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Sumber : grup w.a

Posting Asyik hari ini

Bahagia itu Rumit

Temen-temen semua *BAHAGIA ITU (nggak) RUMIT* Cukup merubah mindset kita dengan mengatakan: Alhamdulillah , lalu mulailah mempe...