Catatan kuliah di Universitas Kehidupan.
Yesterday is history, tomorrow is mistery, today is a gift that is why we call it "present"
Minggu, 13 Juni 2021
Skenario dari Allah SWT
Kamis, 06 Mei 2021
Berisiknya Nyamuk
Senin, 19 April 2021
20 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA - Bagian 1
Selasa, 28 Januari 2020
Hindari wabah
Wabah virus penyakit menular di zaman Rasulullah SAW, salah satunya adalah virus kusta atau lepra yang menular dan mematikan, dahulu belum ada obatnya.
Ada beberapa cara agar terhindar dari penyakit virus menular menurut sunnah :
*1. HINDARI KONTAK DENGAN PASIEN*
_"Janganlah kamu terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit (menular) kusta."_
(HR.Bukhari)
*2. KARANTINA SEMUA PASIEN*
_"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu._ (HR. Bukhari)
*3. BERDOA*
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ
Allahumma inni a'udhu bika minal-barasi, wal- jununi, wal-judhami, wa min sayyi'il-asqami'
_"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kusta (penyakit menular), kegilaan (penyakit jiwa), kaki gajah (penyakit lumpuh), dan penyakit jahat lainnya"_
(HR. Abu Dawud)
*4. MINUM MADU*
_"Hendaknya kalian mengunakan 2 obat yaitu madu (untuk penyakit zohir) dan al-Qur’an (untuk penyakit batin)”_ (HR. Sunan Ibnu Majah dan Al-Hakim)
*5. SYAHID JIKA MATI TERKENA VIRUS*
_"Kematian karena wabah (virus) adalah surga bagi setiap muslim (yang mati karenanya)"_
(HR. Bukhori)
Sumber : Grup w.a
Rabu, 22 Januari 2020
Hikmah menjalani
Kisah berikut ini hikmah adalah tentang apa yang terjadi dalam keseharian di rumah tangga....
Seorang anak tidak suka tinggal di rumah, karena ayah ibunya selalu ‘ngomel’, ia tak suka bila ibunya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini....
"Nak ! Kalau keluar kamar matikan kipas anginnya."
“Matikan TV, jangan biarkan hidup tapi tak ada yang menonton !
“Simpan pena yang jatuh ke kolong meja di tempatnya !”
Tiap hari dia harus ta'at pada hal-hal ini sejak kecil, saat bersama keluarga di rumah.
Maka tibalah hari ini, saat dia menerima panggilan untuk wawancara kerja...
“Dalam hati dia berkata : "Begitu mendapat pekerjaan, saya akan sewa rumah sendiri.
Tak akan ada lagi omelan ibu ayah," begitu pikirnya.
Ketika hendak pergi untuk interview, ibunya berpesan :
“Nak ! Jawablah pertanyaan yang diajukan tanpa ragu-ragu.
Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, katakan sejujurnya dengan percaya diri....”
ibunya memberinya uang lebih banyak dari ongkos yang dibutuhkan untuk menghadiri wawancara....
Setiba di pusat wawancara, diperhatikannya bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang.
Meskipun pintunya terbuka, gerendelnya menonjol keluar, dan bisa membuat yang lewat pintu itu menabrak atau bajunya tersangkut grendel.
Dia geser gerendel ke posisi yang benar, menutup pintu dan
masuk menuju kantor.
Di kedua sisi jalan dia lihat tanaman bunga yang indah.
Tapi ada air mengalir dari selang dan tak ada seorang pun disekitar situ.
Air meluap ke jalan setapak.
Diangkatnya selang dan diletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melanjutkan kembali langkahnya.
Tak ada seorang pun di area resepsionis.
Namun, ada petunjuk bahwa wawancara di lantai dua. ...
Dia perlahan menaiki tangga.
Lampu yang dinyalakan semalam masih menyala, padahal sudah pukul 10 pagi.
Peringatan ibunya terngiang di telinganya :
"Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu ?"
Dia merasa agak jengkel oleh pikiran itu, namun dia tetap mencari saklar dan mematikan lampu.
Di lantai atas di aula besar dia lihat banyak calon duduk menunggu giliran.
Melihat banyaknya pelamar, dia bertanya-tanya, apakah masih ada peluang baginya untuk diterima ?
Diapun menuju aula dengan sedikit gentar dan menginjak karpet dekat pintu bertuliskan "Selamat Datang" ...
Diperhatikannya bahwa karpet itu terbalik. Spontan saja dia betulkan, walau dengan sedikit kesal.
Dilihatnya di beberapa baris di depan banyak yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong.
Terdengar suara kipas angin, dimatikanya kipas yang tidak dimanfaatkan dan duduk di salah satu kursi yang kosong....
Banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain.
Sehingga tak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.
Tibalah gilirannya, dia masuk dan berdiri di hadapan pewawancara dengan agak gemetar dan pesimis....
Sesampainya di depan meja, pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya langsung berkata :
"Kapan Anda bisa mulai bekerja ?"
Dia terkejut dan berpikir, "apakah ini pertanyaan jebakan, atau tanda bahwa telah diterima untuk bekerja disitu ?"
Dia bingung.
Apa yang Anda pikirkan ?" tanya sang boss lalu melanjutkan :
"Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini.
Sebab hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, kami tak akan dapat menilai siapa pun.
Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut...
Kami melakukan tes tertentu berdasarkan sikap para calon...
Kami mengamati setiap orang melalui CCTV, apa saja yg dilakukannya ketika melihat gerendel di pintu, selang air yang mengalir, keset "selamat datang", kipas atau lampu yang tak perlu...
Anda satu-satunya yang melakukan.
Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda !”
Hatinya terharu, dia ingat ibunya....
Dia yg selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan ibu ayahnya.
Kini dia menyadari bahwa justru omelan dan disiplin yg ditanamkan orang tuanyalah yang membuatnya diterima pada perusahaan yang diinginkannya...
Kekesalan dan kemarahannya pada ibunya seketika sirna...
.....Hanya Anda satu-satunya yang melakukan apa yang kami harapkan dari seorang manajer, maka kami putuskan menerima Anda bekerja disini.......
ibu ! Ma'afkan anakmu, bisiknya dalam hati penuh rasa haru dan bersyukur.
Dia akan minta maaf kepada ibunya, dia akan ajak ibunya melihat tempat kerjanya...
Dia pulang ke rumah dengan bahagia...
Apapun yang orang tua katakan pada anaknya, adalah demi kebaikan anak-anak itu sendiri, untuk menyiapkan masa depan yang baik !
"Batu karang tak akan menjadi patung yang indah bernilai tinggi, jika tak dapat menahan rasa sakit saat pahat bekerja memotongnya"...
Untuk menjadi pribadi yang indah, kita perlu menerima dan mematuhi nasehat yang baik.
Kebiasaan baik akan muncul dari perilaku buruk yang dipahat dan dibuang dari diri kita...
Ibu menggendong anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur..
Tetapi ayah mengangkat anak dan mendudukkan di pundaknya, untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa dilihat anaknya...
Ayah dan ibu adalah pahlawan, yang kasih sayangnya layaknya guru yang mendampingi anak sepanjang kehidupan...
Perlakukanlah orangtua sebaik-baiknya, agar jadi contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi, yang menerima estafet kehidupan...
Untuk dibagikan ke para orang tua dan anak-anak tercinta....
Inginnya bilang, "jangan dipake isi tulisan ini" , tapi saya sudah merasakan sendiri manfaat yg disebutkan dalam tulisan ini dan sangat bersyukur
Semoga bermanfaat
Sumber :
Grup w.a
Sabtu, 10 Agustus 2019
Pegang apa ?
Cerita yg menyayat hati yaitu percakapan Jururawat dan Pasien Rumah Sakit
Pasien: 'Abang jururawat, seneng ya kerja di rumah sakit ? Sdh lama ya kerja di sini ?"
Jururawat:→ "Lumayanlah. ada suka dan dukanya, Tapi, selama 5 tahun kerja di sini, dapat banyak pengalaman yang berkesan, yang orang di luar sana takkan mengetahuinya"
Pasien : "Apa yang menyenangkan? Perawat2nya cantik2 ya?"
Jururawat: →"Bukan. Itu biasa saja. Ada yang lagi yg lebih mengesankan
Pasien: "Wah, apa itu?"
Jururawat →"Di sini setiap hari saya lihat pasien meninggal dunia. Kerja saya ngurusi kencing dan berak mereka, membersihkan mereka sampai ke urusan jenazah.
→ Apa yang saya lihat sepanjang saya bekerja di RS ini, betapa ramainya di antara mereka yang sudah meninggal sebelum meninggal mereka meminta-minta apakah ada dari keluarga ahli waris atau jururawat yg bawa kitab al-Quran.
→ Ada yang gak bisa baca alQuran, ada yang suruh kami bacakan. Ada juga yang tidak sempat sentuh al-Quran, tak sempat baca al-Quran, Allah telah mengambil nyawa mereka.
Saat dibacakan al-Quran pada mereka, berlinanganlah air mata mereka.
→Saya lihat betapa orang-orang yang berada di saat2 akhir kehidupannya, sebagian besar ingin sekali menyentuh al-Quran. Kalau bisa, maunya mati dengan peluk al-Quran.
Pengalaman-pengalaman yang saya lalui di sini buat hati ini insaf, sadar ttg satu hal yang sangat penting."
Pasien: "Hmm. Apakah itu?"
Jururawat: →"Apa yang kita biasa pegang ketika kita masih sehat, apa yang kita biasa baca dan belai ketika masih hidup, itu jugalah yang kita akan dapat pegang dan sentuh di akhir hayat.
Jika kita selalu pegang handphone di tangan setiap waktu, sholat tdk tepat waktu. Sepanjang waktu memegang HP dan sibuk gadget. Mungkin pula di akhir hayat kita nanti, itu yg kita kerjakan.
Dapatkah kita sentuh dan pegang al-Quran? Sedangkan tangan kita tak biasa pegang al-Quran, sehari sekali pun susah membuka al-Quran apalagi membaca atau mentadabburinya.
Yaa.. Allah ar Rahman ..ar Rahim..
Sungguh, kita sdh tak perlu handphone atau gadget di akhir nyawa kita, kita sangat memerlukan al-Quran. Barulah kita sadar saat itu bhw waktu yg kita milki sdh terbuang begitu saja.
Ya...Allah..Allah..."
Pasien: "(meneteskan air mata). Mas Jururawat tolong bacakan saya al-Quran, saya tak bisa baca alQuran, saya buta tajwid... "
Jururawat itu tersenyum. Dikeluarkan al-Quran mini dari kantong bajunya. Lalu dia membacakan alQuran pada pasien itu.
Hampir 9 dari 10 pasien yang beragama islam yang berada di Rumah sakit itu kebanyakannya memperlihatkan wajah penuh kesedihan serta menyesal, menyesal dan menyesal tdk ambil kesempatan untuk membaca Quran ketika sehat dan lapang.
Wajah2 ketakutan dan seram bila ambang maut mendekati ? na'udzubillaah min dzaalik.
Saya sbg penulis cerita ini tersadar pula akan waktu yg sdh ter sia2kan. Juga pembaca.yang membaca posting ini belum terlambat dan pintu taubat luas terbuka untuk kita memulakan. Aamiin.
Imam Al Ghazali berkata:
Yang singkat itu - "waktu"
Yang menipu itu - "dunia"
Yang dekat itu - "kematian"
Yang besar itu - "hawa nafsu"
Yang berat itu - "amanah"
Yang sulit itu - "ikhlas"
Yang mudah itu - "berbuat dosa"
Yang susah itu - "sabar"
Yang lupa itu - "bersyukur"
Yang membakar amal itu - "mengumpat"
Yang ke neraka itu - "lidah"
Yang berharga itu - "iman"
Yang mententeramkan hati itu - "teman sejati"
Yang ditunggu Allah ta'ala itu -"taubat"
Dikirim sesuai aslinya. Untuk yang skrg sedang membaca ini Baarakaallaahu fiykum..
Sumber : grup w.a
Kamis, 29 November 2018
H.I.D.U.P
HIDUP ADALAH BELAJAR
TANPA ADA BATAS UMUR,TANPA ADA BATAS TUA
Kita pernah dilukai dan mungkin pernah melukai,
Tapi karena itulah kita BELAJAR tentang bagaimana cara menghargai,menerima,berkorban dan memperhatikan
Kita pernah dibohongi dan mungkin pernah membohongi,
Tapi dari itulah kita belajar tentang kejujuran
Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini,mungkin kita tidak pernah belajar arti dari MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF
Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali,*_
Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik
Hidup adalah proses,
Hidup adalah belajar,
Tanpa ada batas umur,tanpa ada kata tua
Jatuh,berdiri lagi
Kalah,mencoba lagi
Gagal,bangkit lagi
Jangan pernah menyerah dan jangan pernah berhenti memperbaiki diri
Sampai Allah ta'ala memanggil
Waktunya PULANG
Karena aset dalam kehidupan bukanlah harta tapi waktu,maka pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya
Sebelum penyesalan itu tiba
Jadikan masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi lebih baik dimasa depan
sumber : grup w.a
*Posted using my iPhone 5s
Selasa, 31 Juli 2018
Menjaga Allah

Hadis berikut menarik fikiran saya utk melakukan eksplorasi. Membuat jiwa bersimpuh, memohon kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati dan diri , agar diberikan kenikmatan pemahaman akan hadis ini
Berikut untaian kalimat dalam hadis yg mulia ini :
“Hai 'nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat; jagalah Allah niscaya Ia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya dihadapanmu, bila kau meminta, mintalah pada Allah dan bila kau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah, ketahuilah sesungguhnya seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apa pun selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu dan seandainya bila mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah padamu, pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. (maksudnya takdir telah ditetapkan) " Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih. (HR. Tirmidzi: 2440) - http://hadits.in/tirmidzi/2440
Mata dan fikiran saya terpikat pada kalimat “Jagalah Allah.....”
“Jagalah Allah....” menjadi kalimat yg mengingatkan kita untuk menjaga “perintah” Allah, menjaga agar senantiasa perintah Allah SWT ditegakkan/dilaksanakan dalam kehidupan kita
“Jagalah Allah...” menjadi kalimat yg mengingatkan kita untuk menjaga “larangan” Allah, yaitu menjaga agar berusaha dengan sangat keras untuk menjauhi “larangan” Allah SWT dalam kehidupan keseharian kita.
“Jagalah Allah....” menjadi kalimat yg akan menghiasi fikiran saya....
......sepanjang malam ini
......sepanjang hidup ini
Aamiin
Allahumma arinal haqqo haqqon warzuqnaa ittiba’ah
Wa Arinal bathila baathilan warzuqna ijtinaabah
*Posted using my iPhone 5s
Minggu, 29 Juli 2018
Perbaiki

Perbaiki hatimu, maka hati akan membuat fikiranmu menjadi baik
Perbaiki fikiranmu, maka fikiran akan membuat lisan mu menjadi lebih baik
Perbaiki lisanmu, maka lisan akan menjadikan kehidupan mu lebih baik
Perbaiki kehidupanmu, maka kehidupan akan membuat kehidupan akhirat menjadi lebih baik.
Wallahu a’lam bishshowaab
Sumber : Muslim Pro
*Posted using my iPhone 5s
Senin, 19 Maret 2018
*UNTAIAN NASEHAT BUAT PENGHAFAL QURAN

▪▫▪
حامل القرأن
" بقدر ملازمتك للقرآن بقدر ما يعطيك القرآن من أسراره وكنوزه.. وكلٌ يفتح الله عليه بابا من أبواب الفهم للقرآن ودلالاته "
semakin banyak waktu yg kamu habiskan dengan al qur'an maka semakin banyak pula rahasia dan kekayaan makna yg diberikan nya kepada mu, dan setiap orang yg melazimi nya akan dibukakan untuk nya pintu dari pintu pintu memahami al quran dan petunjuk nya.
Sabtu, 17 September 2016
Bertemu dgn keinginan

المرء مع من احبّ ئع
"manusia akan dikumpulkan bersama yg dicintainya"
Suatu hari seorang lelaki menemui Buya Hamka...
Kepada beliau, dengan menggebu dia bercerita...
*“Subhanallah Buya”, sungguh saya tidak menyangka, ternyata di Makkah itu ada pelacur, kok bisa yaa*
sahut Buya *“ ohh yaa, saya baru saja dari Los Angeles dan New York dan masyaa' Allah, ternyata di sana tidak ada pelacur.”*
*“Ah, mana mungkin Buya!!! di Makkah saja ada kok, pasti di Amerika jauh lebih banyak lagi”*
Jumat, 27 Mei 2016
Indahnya Hidup
Hidup dengan segala dinamikanya membuat kita sering melupakan tujuan hidup dan kehidupan. Hal ini terjadi karena fokus kita seringkali tersedot secara penuh kepada kondisi yang saat itu harus kita jalani. Terlepas kondisi
Jumat, 01 April 2016
Sudah penuh?
Kamis, 14 Januari 2016
Kamis, 17 September 2015
Masalah
Kebanyakan kita seringkali lupa untuk menyadari bahwa segala sesuatu dalam hidup ini dapat disikapi secara sederhana dan praktis.
Berikut beberapa tazkirah yang menarik, berkenaan dengan MASALAH.
Senin, 24 Agustus 2015
Mengenal Ujian hidup
Kadang ia menurunkan iman.
Tapi seseungguhnya Allah ingin menguji hamba yg beriman.
Agar sang hamba menjadi intan berlian.
Mungkin kata ini membuat sesak.
Posting Asyik hari ini
Bahagia itu Rumit
Temen-temen semua *BAHAGIA ITU (nggak) RUMIT* Cukup merubah mindset kita dengan mengatakan: Alhamdulillah , lalu mulailah mempe...