Selasa, 28 Januari 2020

Hindari wabah


Wabah virus penyakit menular di zaman Rasulullah SAW, salah satunya adalah virus kusta atau lepra yang menular dan mematikan, dahulu belum ada obatnya.

Ada beberapa cara agar terhindar dari penyakit virus menular menurut sunnah :

*1. HINDARI KONTAK DENGAN PASIEN*

_"Janganlah kamu terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit (menular) kusta."_
(HR.Bukhari)

*2. KARANTINA SEMUA PASIEN*

_"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu._  (HR. Bukhari)

*3. BERDOA*

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

Allahumma inni a'udhu bika minal-barasi, wal- jununi, wal-judhami, wa min sayyi'il-asqami'

_"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kusta (penyakit menular), kegilaan (penyakit jiwa), kaki gajah (penyakit lumpuh), dan penyakit jahat lainnya"_ 
(HR. Abu Dawud)

*4. MINUM MADU*

_"Hendaknya kalian mengunakan 2 obat yaitu madu (untuk penyakit zohir) dan al-Qur’an (untuk penyakit batin)”_ (HR. Sunan Ibnu Majah dan Al-Hakim)

*5. SYAHID JIKA MATI TERKENA VIRUS*

_"Kematian karena wabah (virus) adalah surga bagi setiap muslim (yang mati karenanya)"_
(HR. Bukhori)

Sumber : Grup w.a

Rabu, 22 Januari 2020

Hikmah menjalani


Kisah berikut ini hikmah adalah tentang apa yang terjadi dalam keseharian di rumah tangga....


Seorang anak tidak suka tinggal di rumah, karena ayah ibunya selalu ‘ngomel’, ia tak suka bila ibunya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini....

"Nak ! Kalau keluar kamar matikan kipas anginnya."
“Matikan TV, jangan biarkan hidup tapi tak ada yang menonton !

“Simpan pena yang jatuh ke kolong meja di tempatnya !”

Tiap hari dia harus ta'at pada hal-hal ini sejak kecil, saat bersama keluarga di rumah.

Maka tibalah hari ini, saat dia menerima panggilan untuk wawancara kerja...

“Dalam hati dia berkata : "Begitu mendapat pekerjaan, saya akan sewa rumah sendiri.
Tak akan ada lagi omelan ibu ayah," begitu pikirnya.

Ketika hendak pergi untuk interview, ibunya berpesan :

“Nak ! Jawablah pertanyaan yang diajukan tanpa ragu-ragu.

Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, katakan sejujurnya dengan percaya diri....”

ibunya memberinya uang lebih banyak dari ongkos yang dibutuhkan untuk menghadiri wawancara....

Setiba di pusat wawancara, diperhatikannya bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang.

Meskipun pintunya terbuka, gerendelnya menonjol keluar, dan bisa membuat yang lewat pintu itu menabrak atau bajunya tersangkut grendel.

Dia geser gerendel ke posisi yang benar, menutup pintu dan
masuk menuju kantor.

Di kedua sisi jalan dia lihat tanaman bunga yang indah.
Tapi ada air mengalir dari selang dan tak ada seorang pun disekitar situ.
Air meluap ke jalan setapak.

Diangkatnya selang dan diletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melanjutkan kembali langkahnya.

Tak ada seorang pun di area resepsionis.
Namun, ada petunjuk bahwa wawancara di lantai dua. ...

Dia perlahan menaiki tangga.

Lampu yang dinyalakan semalam masih menyala, padahal sudah pukul 10 pagi.

Peringatan ibunya terngiang di telinganya :

"Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu ?"

Dia merasa agak jengkel oleh pikiran itu, namun dia tetap mencari saklar dan mematikan lampu.

Di lantai atas di aula besar dia lihat banyak calon duduk menunggu giliran.

Melihat banyaknya pelamar, dia bertanya-tanya, apakah masih ada peluang baginya untuk diterima ?

Diapun menuju aula dengan sedikit gentar dan menginjak karpet dekat pintu bertuliskan "Selamat Datang" ...

Diperhatikannya bahwa karpet itu terbalik. Spontan saja dia betulkan, walau dengan sedikit kesal.

Dilihatnya di beberapa baris di depan banyak yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong.

Terdengar suara kipas angin, dimatikanya kipas yang tidak dimanfaatkan dan duduk di salah satu kursi yang kosong....

Banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain.

Sehingga tak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.

Tibalah gilirannya, dia masuk dan berdiri di hadapan pewawancara dengan agak gemetar dan pesimis....

Sesampainya di depan meja,  pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya langsung berkata :
"Kapan Anda bisa mulai bekerja ?"

Dia terkejut dan berpikir, "apakah ini pertanyaan jebakan, atau tanda bahwa telah diterima untuk bekerja disitu ?"
Dia bingung.

Apa yang Anda pikirkan ?" tanya sang boss lalu melanjutkan :

"Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini.

Sebab hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, kami tak akan dapat menilai siapa pun.

Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut...

Kami melakukan tes tertentu berdasarkan sikap para calon...

Kami mengamati setiap orang melalui CCTV, apa saja yg dilakukannya ketika melihat  gerendel di pintu, selang air yang mengalir, keset "selamat datang", kipas atau lampu yang tak perlu...

Anda satu-satunya yang melakukan.
Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda !”

Hatinya terharu, dia ingat ibunya....
Dia yg selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan ibu ayahnya.

Kini dia menyadari bahwa justru omelan dan disiplin yg ditanamkan orang tuanyalah yang membuatnya diterima pada perusahaan yang diinginkannya...

Kekesalan dan kemarahannya pada ibunya seketika sirna...

.....Hanya Anda satu-satunya yang melakukan apa yang kami harapkan dari seorang manajer, maka kami putuskan menerima Anda bekerja disini.......

ibu ! Ma'afkan anakmu,  bisiknya dalam hati penuh rasa haru dan bersyukur.

Dia akan minta maaf kepada ibunya, dia akan ajak ibunya melihat tempat kerjanya...
Dia pulang ke rumah dengan bahagia...

Apapun yang orang tua katakan pada anaknya,  adalah demi kebaikan anak-anak itu sendiri, untuk menyiapkan masa depan yang baik !

"Batu karang tak akan menjadi patung yang indah bernilai tinggi, jika tak dapat menahan rasa sakit saat pahat bekerja memotongnya"...

Untuk menjadi pribadi  yang indah, kita perlu menerima dan mematuhi nasehat yang baik.

Kebiasaan baik akan muncul dari perilaku buruk yang dipahat dan dibuang dari diri kita...

Ibu menggendong anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur..

Tetapi ayah mengangkat anak dan mendudukkan di pundaknya, untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa dilihat anaknya...

Ayah dan ibu adalah pahlawan, yang kasih sayangnya layaknya guru yang mendampingi anak sepanjang kehidupan...

Perlakukanlah orangtua sebaik-baiknya, agar jadi contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi, yang menerima estafet kehidupan...

Untuk dibagikan ke para orang tua dan anak-anak tercinta....

Inginnya bilang, "jangan dipake isi tulisan ini" , tapi saya sudah merasakan sendiri manfaat yg disebutkan dalam tulisan ini dan sangat bersyukur

Semoga bermanfaat

Sumber :
Grup w.a

Bahagia itu Rumit

Temen-temen semua *BAHAGIA ITU (nggak) RUMIT*


Cukup merubah mindset kita dengan mengatakan: Alhamdulillah , lalu mulailah memperhatikan hal-hal yg disekeliling kita

Mendengar isteri cerewet di rumah , berarti aku masih punya isteri... *Alhamdulillah*
""""""""""""""""
Mendengar suami/istri ngorok di sebelah berarti aku masih punya suami/istri... *Alhamdulillah*
""""""""""""""""
Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya ibu & ayah... *Alhamdulillah*
""""""""""""""""
Merasa letih dan jemu menasihati anak, berarti aku masih punya anak yang mewarnai hidupku... *Alhamdulillah*.

Merasa letih setiap malam selepas bekerja , itu berarti aku masih mampu bekerja keras... *Alhamdulillah*.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah , itu berarti aku masih punya teman... *Alhamdulillah*

Pakaianku terasa agak sempit , itu berarti aku makan cukup... *Alhamdulillah*.

Mencuci dan menyetrika timbunan baju , itu berarti aku masih memiliki pakaian... *Alhamdulillah*.

Membersihkan halaman rumah , mengepel lantai , itu berarti aku masih memiliki tempat tinggal... *Alhamdulillah*.

Mendapatkan banyak tugas pekerjaan itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya... *Alhamdulillah*

Mendengar bunyi klakson, itu berarti telingaku masih mendengar... *Alhamdulillah*.

Mendengar kicau burung di pagi hari, berarti aku masih hidup... *Alhamdulillah*.

Akhirnya banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari... *Alhamdulillah*.

Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini , berarti aku masih memiliki sahabat yang peduli pada diriku... *Alhamdulillah*

Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkan nya kepadaku... *Alhamdulillah*.

Dan karena aku peduli tentangmu maka aku mengirimkannya juga kepadamu... *Alhamdulillah*.

Berhentilah mengeluh dan bersyukurlah, atau setidaknya batasi.

Karna mengeluh seringkali tidak menghasilkan solusi.

Beryukurlah, agar kita mendapatkan pertolongan tambahan kebaikan dari Allah SWT, sebagaimana janji Allah dalam Al-Quran :

"Manakala engkau bersyukur , maka sungguh AKU akan menambahkan"

Mari kita berlatih bersyukur dalam setiap keadaan meski tak ada alasan untuk bersyukur sekalipun... *Alhamdulillah masih mampu bersyukur*.

Ayo kita sama² mencoba untuk bersyukur walau keadaan tak seperti apa yang kita harapkan tapi yakinlah ada hikmah yg tersembunyi dibaliknya.

Janganlah menunggu bahagia baru bersyukur , tapi bersyukurlah maka engkau akan bahagia...

*Alhamdulillah masih bisa berfikir positif*

*Alhamdulillah kita sehat lahir dan bathin*

Ingat hanyalah Allah SWT yang mampu membolak balikan atau melembutkan hati manusia. Karna itu perbanyaklah memohon dan berdoa kepadaNYA agar hati kita bahagia.

semoga hari ini kita selalu diberikan kesehatan lahir dan batin dan semoga kita selalu dalam lindungan Allahkm SWT Aamiin Yaa Robball 'Alaamiin

Sumber :

Universitas Kehidupan

Posting Asyik hari ini

Bahagia itu Rumit

Temen-temen semua *BAHAGIA ITU (nggak) RUMIT* Cukup merubah mindset kita dengan mengatakan: Alhamdulillah , lalu mulailah mempe...