Kamis, 02 Agustus 2018

Cukup

Somehow my mind got caught with this hadits :

Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, fokuskanlah untuk beribadah kepadaku niscaya Aku penuhi dadamu dengan rasa cukup dan aku tutupi kefakiranmu, jika kamu tidak mengerjakannya Aku akan penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutupi kefakiranmu."(HR. Tirmidzi: 2390)

and then I started to think about the word of “rasa cukup” mention above.



“Rasa cukup” yg disampaikan dalam hadis ini membuat saya berfikir, dan pada akhirnya menyadari bahwa manusia secara fitrahnya tidak akan pernah merasakan kepuasan dalam hidupnya.
Sehingga pemberian “rasa cukup” dari Allah SWT kepada manusia adalah hal yg vital dalam kehidupan.

Rasa tidak cukup (puas) khususnya akan kehidupan dunia, akan memberikan dampak yg negatif terhadap manusia itu sendiri dan lingkungannya.

Salah satu contohnya adalah disaat seorang hamba allah merasa tidak “puas” dengan ibadah sholatnya, maka secara fitrah ia akan terus mencari sholat-sholat lain utk mendapatkan perasaan puas, yang bisa jadi malah melewati batas-batas sholat yg dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan bahaya selanjutnya adalah mengajak orang2 utk mengikuti perbuatannya. Sehingga memunculkan apa yang disebut “bid’ah syai’ah”, sebuah perbuatan yg merusak agama islam karna tidak sesuai dengan tuntunan

Tetapi ketika perasaan “cukup” hadir—artinya : hati dan logika hamba Allah ini mau menerima rasa “cukup” untuk mengikuti sholat sebagaimana yg diajarkan Rasulullah SAW— maka ia akan mendapatkan kebaikan dan keberkahan dalam melaksanakan ibadah sholatnya. Sehingga ibadah ini terasa ringan dan menyenangkan untuk dilaksanakan, bahkan ia bisa berbagi rasa “ringan dan menyenangkan” ini dengan lingkungannya.

Saya berdoa agar kita mendapat hidayah dan Taufik untuk mengamalkan hadis ini dalam kehidupan

Wallahu a’lam bish showaab



*Posted using my iPhone 5s

Selasa, 31 Juli 2018

Menjaga Allah




Hadis berikut menarik fikiran saya utk melakukan eksplorasi. Membuat jiwa bersimpuh, memohon kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati dan diri , agar diberikan kenikmatan pemahaman akan hadis ini

Berikut untaian kalimat dalam hadis yg mulia ini :

“Hai 'nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat; jagalah Allah niscaya Ia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya dihadapanmu, bila kau meminta, mintalah pada Allah dan bila kau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah, ketahuilah sesungguhnya seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apa pun selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu dan seandainya bila mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah padamu, pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. (maksudnya takdir telah ditetapkan) " Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih. (HR. Tirmidzi: 2440) - http://hadits.in/tirmidzi/2440

Mata dan fikiran saya terpikat pada kalimat “Jagalah Allah.....”

“Jagalah Allah....” menjadi kalimat yg mengingatkan kita untuk menjaga “perintah” Allah, menjaga agar senantiasa perintah Allah SWT ditegakkan/dilaksanakan dalam kehidupan kita

“Jagalah Allah...” menjadi kalimat yg mengingatkan kita untuk menjaga “larangan” Allah, yaitu menjaga agar berusaha dengan sangat keras untuk menjauhi “larangan” Allah SWT dalam kehidupan keseharian kita.

“Jagalah Allah....” menjadi kalimat yg akan menghiasi fikiran saya....

......sepanjang malam ini
......sepanjang hidup ini

Aamiin

Allahumma arinal haqqo haqqon warzuqnaa ittiba’ah
Wa Arinal bathila baathilan warzuqna ijtinaabah

*Posted using my iPhone 5s

Minggu, 29 Juli 2018

Perbaiki





Perbaiki hatimu, maka hati akan membuat fikiranmu menjadi baik

Perbaiki fikiranmu, maka fikiran akan membuat lisan mu menjadi lebih baik

Perbaiki lisanmu, maka lisan akan menjadikan kehidupan mu lebih baik

Perbaiki kehidupanmu, maka kehidupan akan membuat kehidupan akhirat menjadi lebih baik.

Wallahu a’lam bishshowaab

Sumber : Muslim Pro
*Posted using my iPhone 5s

Posting Asyik hari ini

Bahagia itu Rumit

Temen-temen semua *BAHAGIA ITU (nggak) RUMIT* Cukup merubah mindset kita dengan mengatakan: Alhamdulillah , lalu mulailah mempe...