Rabu, 28 Juni 2017

Bahagia ?!




Kebahagiaan datang dari dalam diri sendiri, bukan datang dari luar diri. Artinya stimulasi kebahagiaan bermula dari diri kita sendiri, bukan dari orang-orang di sekitar kita.

Oleh karenanya, sungguh tidak bijaksana

Senin, 26 Juni 2017

Catatan Hati Kecil




Sebuah catatan mengenai kehidupan yang sering kali tanpa sadar kita (memutuskan untuk) abaikan. Salah satunya bercermin dari keadaan para "pak Ogah" yang berdiri membantu di jalan, khususnya pak ogah yang soleh. Sering saya perhatikan

Sabtu, 24 Juni 2017

Jelang ied alfitri 1438 H

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْءَاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ


Artinya
Barangsiapa yang, dengan amal perbuatannya, menginginkan pahala akhirat, Kami akan memberikan pahala itu secara berlipat ganda. Sedangkan orang yang, dalam amal perbuatannya, menginginkan kesenangan dunia saja, akan Kami berikan bagian itu saja. Dan di akhirat kelak, ia tidak akan memperoleh apa-apa.
QS. Ash-Shûra[42]:20

Minggu, 04 Juni 2017

Sibuk nyindir, lupa sama dirinya

Sindiran menjadi salah satu metode komunikasi yang digunakan dalam kehidupan sehari hari. Sebagian orang menyikapi sindiran sebagai hal yang serius dan sebagian sama sekali tidak menyadari akan adanya sindiran ini. Dan pihak yg menyindir seringkali mengklaim sindirannya ini dilakukan untuk kebaikan

Dan sebagian kita terlalu sibuk menyindir sesama kita dan melupakan "sindiran" yang Allah SWT sampaikan melalui Alquran. Padahal "sindiran" yang Allah SWT berikan bertujuan memberikan keselamatan dunia dan akherat.

Salah satunya adalah apa yang disampaikan Allah SWT melalui
Surat Hud ayat 15 & 16

Ayat 15

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.

Ayat 16

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.

Kita terlalu sibuk menjadikan "dunia" sebagai cita-cita utama kita. Let say, hanya ingin agar orang mendengar sindiran kita dan melaksanakannya. Lupa bahwa berkomunikasi secara sopan dan bicara baik adalah metoda lain dalam berkomunikasi yang dicontohkan Allah SWT dalam Alquran, yang artinya kita juga perlu menggunakan metode ini.

Wallahu a'lam bish showaab


*Posted using my iPhone 5s

Kamis, 01 Juni 2017

Komunikasi Manusia

Majalah Forbes mengungkapkan hasil riset yang menyatakan bahwa 85% kesuksesan finansial seseorang akan berkenaan dengan kemampuannya dalam "human engineering," yaitu kepribadian dan kemampuan berkomunikasi , negosiasi dan memimpin. Yang mengejutkan adalah, hanya 15% yang berkenaan dengan kemampuan teknikal.

Hal ini menunjukkan bahwa manusia perlu mengembangkan sisi sosial nya melalui berinteraksi dengan beragam karakter manusia, sehingga dapat memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin dan dipimpin ; berbicara dan mendengar; negosiasi atau bersikap tegas, dan tidak semata mata mengedepankan kemampuan teknikal atau logiknya saja.

Sumber : Bacaan pribadi
Wallahu a'lam bish showaab