Langsung ke konten utama

Postingan

Posting Asyik hari ini

Kematian, ujian bagi yang Hidup

Tulisan ini merupakan sebuah catatan atas nasihat yang diberikan oleh salah seorang guru saya. Berkenaan dengan wafatnya ayahanda tercinta di tahun 2009, dan tulisan ini saya buat di hari ke 13 wafatnya ibunda tercinta.


Kala itu, guru saya mengingatkan bahwa kematian adalah ujian bagi yang hidup dan kebanyakan kita melupakan hal ini. Sehingga
Postingan terbaru

Hindari wabah

Wabah virus penyakit menular di zaman Rasulullah SAW, salah satunya adalah virus kusta atau lepra yang menular dan mematikan, dahulu belum ada obatnya. Ada beberapa cara agar terhindar dari penyakit virus menular menurut sunnah :*1. HINDARI KONTAK DENGAN PASIEN*_"Janganlah kamu terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit (menular) kusta."_
(HR.Bukhari)*2. KARANTINA SEMUA PASIEN*_"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu._  (HR. Bukhari)*3. BERDOA*اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِAllahumma inni a'udhu bika minal-barasi, wal- jununi, wal-judhami, wa min sayyi'il-asqami'_"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kusta (penyakit menular), kegilaan (penyakit jiwa), kaki gajah (penyakit lumpuh), dan penyakit jahat lainnya"_ 
(HR. Abu Dawud)*4. MINUM MADU*_"Hen…

Memahami "rumah"

Bagus nih..
Kisah berikut ini adalah tentang apa yang terjadi di rumah tangga....Seorang put  ra tidak suka tinggal di rumah, karena ayah ibunya selalu ‘ngomel’, ia tak suka bila ibunya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini...."Nak ! Kalau keluar kamar matikan kipas anginnya."
“Matikan TV, jangan biarkan hidup tapi tak ada yang menonton !“Simpan pena yang jatuh ke kolong meja di tempatnya !”Tiap hari dia harus ta'at pada hal-hal ini sejak kecil, saat bersama keluarga di rumah.Maka tibalah hari ini, saat dia menerima panggilan untuk wawancara kerja...“Dalam hati dia berkata : "Begitu mendapat pekerjaan, saya akan sewa rumah sendiri.
Tak akan ada lagi omelan ibu ayah," begitu pikirnya.Ketika hendak pergi untuk interview, ibunya berpesan :“Nak ! Jawablah pertanyaan yang diajukan tanpa ragu-ragu. Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, katakan sejujurnya dengan percaya diri....” ibunya memberinya uang lebih banyak dari ongkos yang dibutuhkan untuk menghadiri wawan…

Bahagia itu Rumit

Assalamualaikum wr wb Saudara2 qu semua *BAHAGIA ITU SEDERHANA**Cukup merubah mindset kita dengan mengatakan: Alhamdulillah*Mendengar isteri cerewet di rumah , berarti aku masih punya isteri... *Alhamdulillah*
""""""""""""""""
Mendengar suami masih mendengkur di sebelahku berarti aku masih punya suami... *Alhamdulillah*
""""""""""""""""
Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya ibu & ayah... *Alhamdulillah*
""""""""""""""""
Merasa letih dan jemu menasihati anak, berarti aku masih punya anak yang mewarnai hidupku... *Alhamdulillah*.Merasa letih setiap malam selepas bekerja , itu berarti aku masih mampu bekerja keras... *Alhamdulillah*.Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah , itu berarti aku …

Kebahagiaan

Kebahagiaan manusia datang dari dalam diri sendiri dengan berbagai pilihan "ukuran".Ada yang bahagia dengan punya banyak uang, ada juga yang bahagia dengan kemampuannya yang bisa tidur dimana dan kapan aja, ada yang bahagia karna jarang banget sembelit, ada yang bahagia karna bisa makan 3 kali hari ini, dan beragam ukuran lainnya.
Sehingga selayaknya menjadi kesadaran bahwa bahagia itu bersifat subjektif.Sehingga saya sangat memahami ketika ada yang berpendapat :"Kebahagiaan dia bukan tanggung jawab saya. Dia dan saya seharusnya bahagia secara individu masing-masing, kemudian kita bersama berbagi rasa kebahagiaan itu.
Kalau dia menempatkan tanggung jawab kepada saya untuk membuat dia merasa bahagia, sementara dia sendiri nggak ngerti apa yang membuat dirinya bahagia, itu namanya egois, dan nggak baik untuk kelanjutan dari sebuah hubungan.
Hubungan apapun bentuknya"Sebuah  kalimat yang sederhana tapi patut direnungkan. Apakah kita sudah memahami "kebahagiaan&q…

Bergerak, temukan tempatmu

Seorang santri sedang membersihkan aquarium gurunya, ia memandang ikan arwana merah dengan takjub...
Tak sadar gurunya sudah berada di belakangnya..."Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang guru..
"Tidak tahu". Jawab si murid..."Coba tawarkan kepada tetangga sebelah". Perintah sang guru...Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang guru..."Ditawar berapa nak?" tanya sang guru..
"50.000 Rupiah guru". Jawab si murid mantap..."Coba tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang guru lagi..
"Baiklah guru". Jawab si murid. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias..."Berapa ia menawar ikan itu?". Tanya sang guru..
"800.000 Rupiah guru". Jawab si murid dengan gembira, ia mengira sang guru akan melepas ikan itu..."Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa sertifikat ini sebagai bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba". Perintah sang guru lagi..
"B…

Bermuamalah dengan kawan

"Vi, aku beli keripik pisangmu ya? Berapa sekilonya?""Lima puluh ribu Lan."Sambil membungkus keripik pisang aku membalas WA dari temanku Lani."Dih, kok mahal banget sih?" Dia membalas diikuti dengan emotikon menepuk wajah."Iya Lani, harga aslinya malah lima puluh lima ribu tapi aku kasih harga teman buat kamu deh..""Yaelah sama teman sendiri kok diskonnya cuma lima ribu sih Vi? Empat puluh ribu ya per kilo, aku ambil 2 kilo buat oleh-oleh ke mertua.""Maaf Lani, kalau segitu nggak bisa kan kamu tahu sendiri bahan-bahan yang aku pakai berkualitas semua. Empat puluh delapan ribu gimana? Itu udah mepet banget untungnya.""Ya sudahlah, tapi antar ke rumah sekarang ya Vi soalnya aku masih beres-beres mau berangkat ke kampung mertua.""Oke siap, setengah jam lagi ya Lan?"
Hanya dibaca tidak dibalas.Setengah jam kemudian di tengah gerimis, aku memacu motor bututku ke rumah Lani, tak lupa gadis kecilku dalam gendonga…

Bercermin dari Anak Kecil

Kemarin selepas sholat magrib saya mencoba "terus sadar" dengan memperhatikan sekitar saya.. Saya berikan tanda petik disana karena kesadaran itu penting... Karena banyak di hari ini semua sekedar saja.. Sholat sekedar sholat, setelah sholat doa sekedar doa, hidup sekedar hidup, dan semua sekedar... Rutinitas tanpa pemaknaan..
Apalagi keintiman.. Ketika saya sedang memperhatikan sekitar Allah perlihatkan ada sekumpulan anak-anak langsung berlari keluar masjid dengan riangnya.. Disusul anak-anak muda beberapa detik/menit kemudian, dan paling akhir orang2 tua yg sudah berumur. "Kenapa mereka buru-buru yah?" tanya dalam hati. Ternyata jawabannya adalah..
Karena yang diluar masjid lebih menarik dibanding apa yang didalam masjid. Plak!
Tertampar.. 😭. Wahai diri...
Bukankah kamu ketika sholat banyak menguapnya? Pikiranmu selalu tertuju pada bisnismu, karirmu, urusanmu dan kesenanganmu belaka? Bukankah kau sama saja seperti anak kecil itu?! Sholat tak lagi menarik b…